Protein merupakan salah satu makronutrien esensial yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kekurangan protein pada masa pertumbuhan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, penurunan fungsi imunitas, serta berisiko terhadap stunting dan malnutrisi. Sumber protein tradisional seperti daging, telur, ikan, dan susu tidak selalu tersedia atau terjangkau bagi semua keluarga, terutama di negara berkembang. Oleh karena itu, pencarian alternatif sumber protein bergizi dan berbiaya rendah menjadi penting. Salah satu alternatif yang menjanjikan adalah spirulina, mikroalga biru-hijau yang kaya nutrisi (Podgórska-Kryszczuk, 2024).
Apa Itu Spirulina?
Spirulina, terutama spesiesArthrospira platensis, dikenal sebagai mikroalga yang kaya makronutrien dan mikronutrien. Kandungan protein dalam spirulina mencapai sekitar 55–70% dari berat kering dan mencakup berbagai asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh manusia. Selain itu, spirulina juga mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dan pigmen fikosianin yang memiliki aktivitas biologis. Protein dari spirulina memiliki profil asam amino yang relatif lengkap dibandingkan banyak sumber nabati lain, menjadikannya kandidat potensial untuk meningkatkan nilai gizi produk pangan anak melalui fortifikasi (Rahma, 2025).
Fortifikasi Pangan Anak dengan Spirulina
Fortifikasi merupakan proses penambahan nutrien ke dalam makanan untuk meningkatkan nilai gizinya tanpa mengubah signifikan rasa atau fungsinya. Spirulina dimanfaatkan untuk memperkaya kandungan nutrisi berbagai produk pangan yang biasa dikonsumsi anak, seperti biskuit, bubur bayi, atau makanan ringan lain. Penelitian menunjukkan bahwa penambahan spirulina ke dalam produk pangan dapat meningkatkan kandungan protein secara signifikan.
Misalnya, dalam pembuatan makanan tradisional, penambahan spirulina sebesar 4% (berat/berat) dapat meningkatkan kandungan protein hingga lebih dari 15–20% dibandingkan tanpa fortifikasi. Selanjutnya, 100 g produk yang difortifikasi tersebut bisa memenuhi lebih dari 50% Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk protein dan nutrien lain seperti zat besi bagi anak usia 3–10 tahun (Kumar et al., 2023). Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa fortifikasi spirulina juga dapat meningkatkan kandungan protein pada camilan seperti snack bar. Penambahan spirulina dengan konsentrasi 6% merupakan komposisi yang terbaik karena masih dapat diterima secara hedonic. Produk-produk ini tidak hanya menjadi sumber protein tambahan, tetapi juga kaya nutrien lain seperti mineral dan antioksidan (Maraqy dan Handayani, 2020).
Manfaat Spirulina untuk Pertumbuhan Anak
1. Meningkatkan Asupan Protein Harian
Karena kandungan proteinnya yang tinggi, spirulina mampu menambah jumlah protein yang tersedia dalam makanan anak tanpa menambah volume makanan yang harus dikonsumsi. Ini sangat membantu anak yang picky eater atau memiliki nafsu makan rendah.
2. Mendukung Pertumbuhan dan Perkembangan
Protein merupakan komponen utama dalam pertumbuhan jaringan tubuh, termasuk otot, organ, dan sistem kekebalan tubuh. Fortifikasi dengan spirulina dapat membantu memenuhi kebutuhan ini secara lebih efisien.
3. Potensi Perbaikan Status Gizi
Meskipun sebagian besar studi pada fortifikasi spirulina masih dilakukan pada model hewan laboratorium atau produk pangan tertentu, hasilnya menunjukkan bahwa asupan spirulina dapat membantu pemulihan dari kondisi malnutrisi protein-zat besi dan memperbaiki status protein serum.
4. Sumber Mikronutrien Tambahan
Selain protein, spirulina juga mengandung zat besi, vitamin B kompleks, kalsium, dan antioksidan yang berkontribusi pada fungsi tubuh yang optimal, termasuk dukungan terhadap perkembangan otak dan sistem saraf.
Kesimpulan
Spirulina dapat menjadi bahan fortifikasi yang efektif untuk meningkatkan asupan protein pada anak, terutama di komunitas atau keluarga yang mengalami keterbatasan akses terhadap sumber protein tradisional. Dengan perencanaan produk yang tepat, penambahan spirulina bisa meningkatkan nilai gizi makanan anak tanpa mengorbankan rasa dan penerimaan konsumen. Potensi ini didukung oleh penelitian yang menunjukkan peningkatan kandungan protein dan pemenuhan AKG pada produk yang difortifikasi menggunakan spirulina
Referensi:
Podgórska-Kryszczuk I. 2024. Spirulina—an invaluable source of macro- and micronutrients with broad biological activity and application potential. Molecules, 29(22): 1-24. DOI: 10.3390/molecules29225387.
Kumar R, Sharma V, Das S, Patial V, Srivatsan V. 2023. Arthrospira platensis (Spirulina) fortified functional foods ameliorate iron and protein malnutrition by improving growth and modulating oxidative stress and gut microbiota in rats. Foods & Function, 2(14): 1160-1178.
Rahma DH. 2025. Potensi fikosianin dari ekstrak Spirulina platensis sebagai antioksidan, antiinflamasi dan antikanker terhadap sel kanker T47D. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas.
Maraqy NA, Handayani THW. 2020. Pengembangan snack bar dengan fortifikasi spirulina sebagai sumber protein. Prosiding PTBB 2020, 15(1): 1-5.
Tentang PT Alga Bioteknologi Indonesia (ALBITEC)
PT Alga Bioteknologi Indonesia (Albitec) adalah perusahaan bioteknologi berbasis di Semarang. Berfokus pada penelitian, budidaya, dan produksi spirulina air tawar berkualitas tinggi. Produk Albitec juga telah digunakan secara luas untuk menunjang gaya hidup sehat, kecantikan alami, serta penguatan gizi masyarakat.
Proses produksi dilakukan dengan prinsip ramah lingkungan dan telah memenuhi standar nasional maupun internasional. Selain itu, Albitec juga aktif dalam kegiatan edukatif seperti Visit Farm dan Spirulina Short Design Course (SSDC). Hal ini sebagai upaya untuk membangun ekosistem mikroalga yang inklusif dan berkelanjutan.
Penulis : Bagaskoro
Editor: Esperita