Sereal instan spirulina dapat menjadi salah satu inovasi pangan praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, terutama protein. Protein merupakan nutrisi penting bagi tubuh, khususnya pada masa pertumbuhan anak. Ketika anak tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, risiko kekurangan gizi hingga stunting dapat meningkat. Protein merupakan nutrisi krusial yang dibutuhkan saat ini apalagi bagi anak-anak. Ketika anak-anak tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Mereka akan mengalami kekurangan nutrisi hingga stunting. Menurut (Aprilia et al., 2025) Sebanyak 25,1% anak-anak di dunia mengalami kekurangan berat badan dan 23% mengalami stunting. Di era yang serba instan ini dibutuhkan inovasi dalam bidang pangan yang tidak hanya mampu dikonsumsi anak-anak tapi juga seluru lapisan. Salah satu camilan yang dapat dikembangkan adalah minuman sereal instan. Pemilihan seral instan didasarkankan Konsumsi sereal di negara-negara berkembang telah meningkat setiap tahunnya dari 180 menjadi 800 juta ton dan diproyeksikan akan terus meningkat hingga tahun 2030.
Sereal Instan Spirulina sebagai Sumber Protein
Sereal instan dapat dibuat dengan bahan bebas gluten seperti sorgum. Sorgum sendiri mengandung serat dan
Sereal instan dapat dibuat dengan bahan bebas gluten seperti sorghum. Sorghum sendiri mengandung serat dan kadar abu yang lebih tinggi daripa gandum. Selain itu, dalam rangka meningkatkan kandungan nutrisi pada sereal maka bahan baku sereal dapat ditambakan dengan mikroalga superfood Spirulina platensis. Spirulina platensis merupakan salah satu mikroalga yang mampu menyediakan protein karena memiliki kandungan protein paling tinggi (55–70%) dan mengandung semua asam amino esensial.
Proses Pembuatan Sereal Instan Spirulina
Selanjutnya, proses pembuatan sereal kaya protein cukup sederhana. Bahan yang dibutuhkan adalah Tepung sorgum, Spirulina platensis gula halus, natrium klorida, margarin bubuk kakao, susu cair, larutan asam sitrat (0,83%), maltodekstrin, susu bubuk skim, ekstrak vanili dan natrium bikarbonat.
Tahapan pertama dalam pembuatan sereal adalah pembuatn flake sereal dengan mencampurkan tepung sorgum (50%), Spirulina platensis (1%) serta bahan kering (gula halus (21%), natrium klorida (0,2%), ekstrak vanili (0,1%), dan natrium bikarbonat (0,2%). Selanjutnya, margarin (16%), larutan asam sitrat (4,5%)) yang dihomogenkan dengan menggunakan susu cair (7%).
Adonan yang dihasilkan kemudian dicetak pipih dengan ketebalan 0,03 cm kemudian dipanggang dalam oven pada suhu 110 °C selama 35 menit. Kemudian, flake dibiarkan mendingin pada suhu ruang selama 5 menit. Untuk cairan susu bubuk dibuat dengan mencampurkan susu skim (42,42%), sukrosa (35%), maltodekstrin (8,00%), natrium klorida (0,2%), serta vanili (0,10%). Susu bubuk dan flakes kemudain dicampurkan dengan perbandingn 30:70 dan diperoleh sereal instan. Kosumen dapat mengkonsumsi seral instan dengan cara mencampurkan 32 g sereal instan pada 110 ml air dingin.
Berdasarkan hasil kajian, minuman sereal yang dihasilkan memiliki kandungan nutrisi 12,56% protein, 4,98% lemak, 79,65% karbohidrat, dan 4,68% serat pangan. Persentase AKG untuk setiap sajian (32 g) adalah 4% protein, 2% lemak, 8% karbohidrat, 5% serat pangan, dan 11% natrium. Total energi adalah 130 kkal dengan total kandungan gula 15,75 g. Minuman sereal instan ini dinyatakan mampu memenuhi persyaratan sebagai sumber protein dan serat.
Referensi:
Aprilia, B. E., Fibri, D. L. N., & Rahayu, E. S. (2025). Development and characterization of high-protein flakes made from Spirulina platensis in instant cereal drinks enriched with probiotic milk powder. Food Production, Processing and Nutrition, 7(1). https://doi.org/10.1186/s43014-024-00298-6
Tentang PT Alga Bioteknologi Indonesia (ALBITEC)
PT Alga Bioteknologi Indonesia (Albitec) adalah perusahaan bioteknologi berbasis di Semarang. Berfokus pada penelitian, budidaya, dan produksi spirulina air tawar berkualitas tinggi. Produk Albitec juga telah digunakan secara luas untuk menunjang gaya hidup sehat, kecantikan alami, serta penguatan gizi masyarakat.
Proses produksi dilakukan dengan prinsip ramah lingkungan dan telah memenuhi standar nasional maupun internasional. Selain itu, Albitec juga aktif dalam kegiatan edukatif seperti Visit Farm, Spirulina Short Design Course (SSDC), dan E-Cultivation. Hal ini sebagai upaya untuk membangun ekosistem mikroalga yang inklusif dan berkelanjutan.
Penulis: Arkif Yunofianti
Editor: Karunia N. Azizah