Kebutuhan dan ketahanan pangan merupakan salah satu aspek yang penting untuk diperhatikan pada sebuah negara. Semakin majunya zaman, semakin bertambahnya tantangan dan hambatan dalam pemenuhan pangan. Hambatan dan tantangan tersebut seperti pencemaran lingkungan, global warming, musim dan cuaca yang lebih sulit untuk diprediksi. Selain itu, beberapa wilayah di dunia sedang mengalami masa krisis sehingga menyebabkan banyaknya masyarakat yang terlantar karena kekurangan bahan pangan (Armelia et al., 2023). Adanya tantangan dan hambatan tersebut, maka dibutuhkan tambahan atau alternatif lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan di bidang pangan. Salah satu solusinya yakni dengan memanfaatkan mikroalga. Salah satu jenis mikroalga yaitu spirulina.
Spirulina platensis merupakan mikroalga hijau-biru yang mengandung protein, mineral, vitamin, dan antioksidan yang tinggi (Sajidan et al., 2024). Spirulina mengandung protein sekitar 50%-70% dari berat kering biomassanya sehingga WHO memberikan julukan sebagai “super food / makanan super”. Selain itu, Spirulina platensis juga mengandung karbohidrat sekitar 18-20% dan lemak 2-3% (Suita et al., 2023). Kandungan nutrisi yang tinggi pada Spirulina juga dapat dimanfaatkan untuk membantu menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Pemanfaatan Spirulina
Penggunaan dan pemanfaatan Spirulina juga tidak terlalu rumit. Spirulina dapat diolah dan dimanfaatkan dengan bentuk bubuk, tablet, kapsul. Selain itu, Spirulina juga dapat digunakan untuk fortifikasi pada bahan makanan lain untuk meningkatkan nilai gizi (Fitriya & Khusnul, 2018). Spirulina platensis juga dapat dimanfaatkan di bidang lainnya seperti kosmetik, farmasi, lingkungan, akuakultur. Akan tetapi, agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas, perlu adanya sertifikasi dari pihak perusahaan untuk menjamin kesehatan dan kemanan dari produknya sehingga konsumer akan mendapatkan manfaat baik dari Spirulina platensis. Dengan demikian, dengan adanya pola konsumsi Spirulina yang baik dengan memilih produk yang berkualitas, dapat memberikan manfaat yang baik.
Referensi:
Nurinsani, A. E., Sulmartiwi, L., & Andriyono, S. (2023). Karakteristik Sensori dan Nilai Gizi Taiyaki dengan Penambahan Bubuk Spirulina sp. Journal of Marine & Coastal Science, 12(3).
Liu, L.C., Guo, B.J., and Ruan, J.S. 1991. Antitumour Activity of Polysaccharides Extracted from Spirulina. Oceanogr., 5: 33-37.
Phang, S.M., M. S. Miah, W. L. Chu, and M. Hashim. 2000. Spirulina Culture in Digested Sago Starch Factory Waste Water.J.Appl.Phycol., 12:395-400.
Tentang PT Alga Bioteknologi Indonesia (ALBITEC)
PT Alga Bioteknologi Indonesia (Albitec) adalah perusahaan bioteknologi berbasis di Semarang. Berfokus pada penelitian, budidaya, dan produksi spirulina air tawar berkualitas tinggi. Produk Albitec juga telah digunakan secara luas untuk menunjang gaya hidup sehat, kecantikan alami, serta penguatan gizi masyarakat.
Proses produksi dilakukan dengan prinsip ramah lingkungan dan telah memenuhi standar nasional maupun internasional. Selain itu, Albitec juga aktif dalam kegiatan edukatif seperti Visit Farm dan Spirulina Short Design Course (SSDC). Hal ini sebagai upaya untuk membangun ekosistem mikroalga yang inklusif dan berkelanjutan.
Penulis : Dean Aditya Nugroho
Editor: Fariza Zora