Spirulina sp. sebagai Space Food

Spirulina dapat digunakan sebagai makanan luar angkasa atau space food

Space food Ternyata terbuat dari spirulina dan dapat digunaan sebagai makanan astronot . Spirulina sp. merupakan tanaman ganggang berwarna hijau-kebiruan yang hidup di air tawar. Setelah proses panen, Spirulina sp. akan diproduksi sehingga menjadi berbagai macam produk seperti tablet, bubuk, atau minuman yang dapat dikonsumsi. Salah satu manfaat Spirulina sp. yaitu suplemen herbal yang sangat bermanfaat bagi Kesehatan karena mengandung beragam vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh.

Kandungan pada spirulina

kemudian Spirulina sp. kerap kali disebut sebagai superfood, karena memiliki nutrisi yang lengkap dan kandungan protein yang cukup tinggi. Akan tetapi kandungan nutrisinya tersebut, Spirulina sp. dapat memberikan berbagai macam manfaat seperti meningkatkan sistem imun, menjaga kesehatan jantung, hingga meredakan gejala alergi. Dengan kandungannya yang begitu kaya, Spirulina sp. mendapat claim dari badan antariksa dunia NASA sebagai space food . UF/IFAS Settles Lab mengidentifikasi tanaman dapat memberikan dukungan kehidupan biologis kepada astronot.

Dan saat ini space food mirip dengan apa yang kita makan setiap hari di bumi. Namun kebutuhan kalori untuk astronot mungkin berbeda setiap orangnya, namun space food masih perlu dikeringkan atau disiapkan dengan cara khusus. Mengingat bahwa misi luar angkasa dapat berlangsung selama berbulan-bulan, makanan di luar angkasa harus dirancang dan dikemas untuk mencegah pembusukan. Oleh karena itu, umumnya makanan beku atau kering yang dikemas telah di vakum terlebih dahulu.

spirulina sebagai space food

Kandungan pada spirulina

NASA telah melakukan studi yang relevan tentang Spirulina sp., nutrisi nabati, sebagai makanan potensial untuk perjalanan ruang angkasa. Tujuannya adalah untuk menyediakan astronot dengan makanan yang kaya nutrisi, vitamin dan mineral. Spirulina sp. adalah sumber kaya beta-karoten, yang membantu meningkatkan penglihatan mata dan memiliki kandungan protein alami yang sangat tinggi.
Protein ini memiliki 18 dari 22 asam amino yang dibutuhkan tubuh dan makanan ini mudah dicerna. Ini memastikan pemanfaatan yang tepat serta asimilasi makanan. Kemudian juga kandungan kaya zat besi alami dan asam folat. Spirulina sp. tidak hanya untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah, tetapi juga enam puluh kali lebih mudah diserap dari pada kapsul normal.

Dari situlah Spirulina sp. berperan, serat dengan hampir semua potasium, kalsium, magnesium, dan beta-karoten yang dibutuhkan tubuh manusia, Spirulina sp. mengandung delapan asam amino esensial. Terlebih lagi, ganggang dapat memberikan protein dalam makanan super pembangkit tenaga dan super terkonsentrasi, serta super padat nutrisi.
Kandungan zat besi dan asam folatnya dapat meningkatkan hemoglobin dan dapat menjaga fungsi kekebalan tubuh. Untuk astronot yang memulai misi luar angkasa jangka panjang, NASA menemukan bahwa Spirulina sp. adalah salah satu makanan terkonsentrasi paling kuat yang tersedia bagi astronot untuk memperkuat sistem kekebalan dan membuang racun dari tubuh.

Kegunaan spirulina selain menyediakan nutrisi untuk astronot

Selain berhasil menyediakan astronot dengan nutrisi yang mereka butuhkan, NASA telah menumbuhkan minat yang lebih dalam pada Spirulina sp. dan mikroalga pada umumnya untuk aplikasi radikalnya dalam sistem pendukung kehidupan dan biofuel.
Faktanya, NASA baru-baru ini menemukan manfaat dari ‘kembaran’ Spirulina sp. yaitu Chlorella vulgaris, dalam mendukung kehidupan secara umum. Menurut peneliti, mikroalga memiliki efisiensi fotosintesis yang jauh lebih baik dalam menyerap cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia. Salah satu teknologi yang memanfaatkan mikroalga adalah fotobioreaktor. Ternyata mikroalga tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga untuk menghilangkan CO2 dari Stasiun Luar Angkasa Internasional dan melepaskan oksigen segar.

Kelebihan efek luar angkasa untuk spirulina

makanan di proses secara selektif untuk konsumsi manusia adalah bagian rutin dari proses produksi makanan. Ketika dilakukan test, beberapa dari tanaman ini memiliki racun dan para ilmuwan memproses sifat itu untuk menghasilkan produk yang aman . Peneliti telah melakukan pekerjaan yang sama, tetapi secara khusus bagaimana reaksinya terhadap lingkungan luar angkasa.

Oleh : Yohanes Surya Jati

Terkadang, lingkungan luar angkasa dapat menyebabkan tanaman bermutasi. Radiasi di pesawat ruang angkasa memiliki beberapa faktor yang dapat memengaruhi bagaimana organisme fotosintesis seperti Spirulina sp. tumbuh di luar angkasa. Misalnya, Spirulina sp. dapat mengembangkan komposisi nutrisi yang berbeda. Perubahan ini dapat menyebabkan spirulina berhenti tumbuh atau membuatnya kurang sehat untuk dikonsumsi manusia. Astronot tidak akan memakan spirulina saat ini, hanya menumbuhkannya dengan metode cepat dan mudah di dalam pesawat ruang angkasa.

References :

Karkos PD, Leong SC, Karkos CD, Sivaji N, Assimakopoulos DA. Spirulina in clinical practice: evidence-based human applications. Evid Based Complement Alternat Med.

Sorrenti V, Castagna DA, Fortinguerra S, Buriani A, Scapagnini G, Willcox DC. Spirulina Microalgae and Brain Health: A Scoping Review of Experimental and Clinical Evidence. Mar Drugs. 2021;19(6):293. Published 2021 May 22. doi:10.3390/md19060293

Tańska M, Konopka I, Ruszkowska M. Sensory, Physico-Chemical and Water Sorption Properties of Corn Extrudates Enriched with Spirulina. Plant Foods Hum Nutr. 2017;72(3):250-257. doi:10.1007/s11130-017-0628-z

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Mungkin Anda Tertarik :

© 2020 PT Alga Bioteknologi Inodnesia, All right reserved.

WeCreativez WhatsApp Support
Hi sobat albi, CS kami akan menghubungi kamu ya!
👋 Hi, ada yang bisa kami bantu?
Cart
  • No products in the cart.