Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan global yang banyak dialami masyarakat, terutama di negara berkembang. Kondisi ini terjadi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah berada di bawah nilai normal sehingga distribusi oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu. Salah satu penyebab utama anemia adalah kekurangan zat besi, yang menghambat proses pembentukan sel darah merah baru.
Gejala Anemia
Gejala klinis yang dialami penderita anemia yaitu kelelahan, sesak nafas, pusing, jantung berdebar kencang, warna konjungtiva dan telapak tangan yang pucat (Helmyati et al., 2023) Selain itu, anemia dapat mengakibatkan penurunan daya ingat dan penurunan daya tahan tubuh sehingga mudah terkena infeksi (Kusdalinah et al., 2023).
Kasus Anemia di Indonesia
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia, prevalensi kasus anemia yang dijumpai pada semua kelompok umur yaitu sebanyak 16,2%. Prevalensi kasus anemia pada wanita yaitu sebesar 18%, sedangkan pada lai-laki sebesar 14,4% (Kementerian Kesehatan RI, 2023). Berdasarkan data WHO 2019, Indonesia masuk ke dalam 10 besar kasus anemia tertinggi di dunia (World Health Organization, 2020). Upaya pencegahan dan penanganan anemia tidak hanya melalui obat-obatan, tetapi juga melalui terapi nutrisi berbasis pangan alami yang kaya akan gizi, seperti spirulina.
Potensi Spirulina untuk Membantu Mengatasi Anemia
Sebagai salah satu mikroalga hijau-biru dari kelompok Cyanobacteria, spirulina semakin dikenal dalam bidang kesehatan dan nutrisi. Mikroalga ini sering disebut sebagai superfood karena berbagai manfaat yang dimilikinya. Spirulina mengandung sekitar 70% protein, vitamin B12, mineral, asam lemak esensial, serta pigmen alami (AlFadhly et al., 2022).
Kandungan mineral seperti zat besi yang terkandung pada spirulina sangat penting dalam pembentukan hemoglobin. Kandungan zat besi pada spirulina ini sangat mudah diserap oleh tubuh, sehingga sangat baik dikonsumsi oleh penderita anemia (Sabat et al., 2025).
Dengan potensi gizi yang sangat luar biasa, spirulina dapat dijadikan sebagai solusi inovatif dalam terapi nutrisi alami. Meski begitu, penting untuk dicatat bahwa spirulina bukan merupakan “obat instan” bagi penderita anemia.
Cara Mengonsumsi Spirulina
Spirulina sebaiknya dikonsumsi dengan kombinasi pola makan seimbang yang dapat memenuhi kebutuhan kesehatan tubuh. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa penyebab anemia dapat tertangani dengan tepat. Penerapannya secara luas di kalangan masyarakat diharapkan mampu mengurangi prevalensi anemia, meningkatkan kualitas hidup, serta memberikan kontribusi nyata dalam membangun generasi yang lebih sehat dan produktif.
Referensi:
AlFadhly, N. K., Alhelfi, N., Altemimi, A. B., Verma, D. K., Cacciola, F., & Narayanankutty, A. (2022). Trends and technological advancements in the possible food applications of Spirulina and their health benefits: A Review. Molecules, 27(17), 5584.
Helmyati, S., Hasanah, F. C., Putri, F., Sundjaya, T., Dilantika, C. (2023). Tinjauan Literatur: Indikator Biokimia untuk Identifikasi Anemia Defisiensi Zat Besi di Indonesia. Amerta Nutrition, 7, 62-70.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia Dalam Angka. Kusdalinah., Suryani, D., & Nugroho, A. (2023). Pengaruh Kombinasi Asupan Protein, Vitamin C danTablet Tambah Darah terhadap Kadar Hemoglobin Remaja Putri. National Nutrition Journal, 18, 21-26.
Sabat, S., Bej, S., Swain, S., Bishoyi, A. K., Sahoo, C. R., Sabat, G., & Padhy, R. N. (2025). Phycochemistry and pharmacological significance of filamentous cyanobacterium Spirulina sp. Bioresources and Bioprocessing, 12(1), 27.
World Health Organization. (2020). Anaemia. https://www.who.int/healthtopics/anaemia#tab=tab_3
Tentang PT Alga Bioteknologi Indonesia (ALBITEC)
PT Alga Bioteknologi Indonesia (Albitec) adalah perusahaan bioteknologi berbasis di Semarang. Berfokus pada penelitian, budidaya, dan produksi spirulina air tawar berkualitas tinggi. Produk Albitec juga telah digunakan secara luas untuk menunjang gaya hidup sehat, kecantikan alami, serta penguatan gizi masyarakat.
Proses produksi dilakukan dengan prinsip ramah lingkungan dan telah memenuhi standar nasional maupun internasional. Selain itu, Albitec juga aktif dalam kegiatan edukatif seperti Visit Farm dan Spirulina Short Design Course (SSDC). Hal ini sebagai upaya untuk membangun ekosistem mikroalga yang inklusif dan berkelanjutan.
Penulis: Deciana Grace Abanat
Editor: Esperita